Laman

Selasa, 14 Februari 2012

Teori Kehamilan


 
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan 7 hari. Terhitung dari pertama haid terakhir. Proses kehamilan adalah proses yang berkesinambu -ngan yang berlangsung antara 28 minggu dan 36 minggu disebut kehamilan premature, sedangkan lebih dari 42 minggu disebut kehamilan postmatur.
Menurut usia, kehamilan dapat dibagi menjadi :
a.       Kehamilan trimester I   : 0 – 12 minggu.
b.      Kehamilan trimester II : 13 – 28 minggu.
c.       Kehamilan trimester III: 29 – 42 minggu. 


Tanda dan gejala kehamilan

1.   Tanda persumtif
a)     Amenorea ( tidak dapat haid )
 ·     Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de graff dan ovulasi.
 · Mengetahui tanggal haid terakhir dengan perhitungan rumus neagle dapat ditentukan perkiraan persalinan, TP ( Hari pertama haid + 7 ), ( Bulan – 3 ) dan ( Tahun – 1 ).
b)     Mual dan Muntah ( nausea dan emesis )
Pengaruh esterogen dan progesteron terhadap pengeluaran asam lambung yang berlebihan menimbulkan mual dan muntah terlalu sering disebut Hiperemesis Gravidarum.
c)      Mengidam ( ingin makan khusus )
Ibu sering meminta makanan atau minuman tertentu pada triwulan I kehamilan.
d)     Sinkope ( pingsan )
      Terjadi gangguan sirkulasi kedaerah kepala menyebabkan Iskemia susunan syaraf pusat dapat menimbulkan Sinkope / Pingsan.
 e)      Payudara meregang
        Pengaruh esterogen dan progesteron serta gonadotropin menimbulkan defosit lemak, air dan garam pada payudara sehingga membesar dan meregang.
f)       Tidak ada selera makan lebih
       Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, kemudian nafsu makan akan timbul kembali.
g)      Sering miksi
        Desakan rahim yang kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan dan timbul kembali pada akhir kehamilan karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.
h)      Konstipasi dan Obstipasi
      Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltic usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.
i)        Pigmentasi kulit
      Oleh pengaruh hormon kortikosteroid plasenta yang bisa dijumpai antara lain dimuka ( kloasma gravidarum ), areola mammae, leher dan dinding perut ( linea nigra grizea ).

2.   Tanda tidak pasti kehamilan
·     Perut membesar
·     Uterus membesar, terjadi perubahan dalam bentuk besar dan konsistensi dari rahim.
·     Tanda hegar.
·     Tanda chadwik.
·     Tanda piscasek.
·     Braxton hicks ( kontraksi – kontraksi kecil uterus bila dirangsang ).
·     Teraba ballotement.
·     Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif (+).
 
3. Tanda pasti kehamilan
·     Gerakan janin yang dapat dilihat atau dirasa / diraba, juga bagian – bagian janin.
·     Denyut jantung janin
-          Didengar dengan stetoskop monoral laenec
-          Dicatat dan didengar dengan alat dopler
-          Dicatat dengan foto
-          Dilihat pada USG elektrokardiogram
Terlihat tulang – tulang kerangka janin dalam foto roentgen

Diagnosis banding kehamilan 

Pseudoesis ( wanita yang sangat menginginkan kehamilan menyebabkan gejala – gejala seperti kehamilan ), Cistoma uteri, Vesika urinaria, Retensi urine dan Menopause.


Pemeriksaan tambahan 

·     Pemeriksaan laboratorium
·     Pemeriksaan USG
·     Pemeriksaan air ketuban
·     Pemeriksaan bakteriologis 


Asuhan antenatal

Tujuan umum : adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.

Tujuan khusus :
 ·    Mengenali dan mengobati penyulit – penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
·     Mengenali dan mengobati penyakit -  penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.
·     Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak.
·     Memberikan nasehat – nasehat tentang cara hidup sehari – hari dan keluarga berencana.

Jadwal pemeriksaan kehamilan :
·     Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat 1 bulan.
·     Pemeriksaan ulang 1x sebulan sampai usia kehamilan 7 bulan.
·     Periksa ulang 2x sebulan sampai usia kehamilan 8 bulan.
·     Periksa ulang 1x seminggu sejak umur kehamilan 8 bulan sampai terjadi persalinan.


Pemeriksaan ibu hamil 

1.   Anamnese
a)      Anamnese identitas diri ( suami dan istri ) : Nama, Umur, Agama, Pekerjaan, Alamat, dan lain sebagainya.
b)      Anamnese umum :
-      Tentang keluhan – keluhan, nafsu makan, miksi, defekasi, perkawinan, dan lain sebagainya.
-      Tentang haid, kapan haid terakhir ( HPHT ) untuk menentukan tapsiran persalinan
-      Tentang kehamilan, persalinan, keguguran, dan kehamilan ektopik atau kehamilan mola sebelumnya.
2.  Pemeriksaan
a)      Pemeriksaan fisik umum
-      Keadaan umum, Kesadaran.
-      Pemeriksaan tanda – tanda vital ( TD, Nadi, Suhu, Pernafasan ).
b)      Pemeriksaan khusus
-      Inspeksi
·     TFU
·     Keadaan dinding abdomen
·     Gerak janin yang tampak
-      Palpasi
Palpasi perut untuk menentukan besar dan konsistensi rahim, bagian – bagian janin, presentasi, gerakan janin, kontraksi rahim, cara palpasi bermacam macam menurut Leopold dengan variasi :
·     Leopold I     : Untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian apa  yang terdapat       dalam fundus uteri.
·  Leopold I     : Untuk menentukan letaknya punggung anak dan letak  bagian – bagian terkecil anak.
·  Leopold  III : Untuk menentukan apa yang terdapat dibagian bawah dan apa bagian terendah anak.
·    Leopold  IV  : Untuk menentukan apa yang menjadi bagian bawah dan berapa masuknya bagian bawah kedalam rongga panggul.
-      Auskultasi
·     Bising usus ibu
·     Denyut jantung janin
·     Gerak janin intra uterin
·     Hal lain yang terdengar
-      Perkusi
·     Reflek patella 

c)      Pemeriksaan
Guna pemeriksaan dalam adalah untuk mengetahui :
-     Bagian terbawah janin.
-  Kalau bagian yang terbawah adalah kepala, dapat ditentukan posisi UUK, UUB, dagu, hidung, dan lain sebagainya.
-    Kalau letak sungsang, dapat diraba anus, sacrum, tuberischii.
- Pembukaan serviks, turunnya bagian terbawah janin, caput suksedaneum, dan lain sebagainya.
-    Secara umum dapat dievaluasi keadaan vagina, serviks, dan panggul.

 
Tanda – tanda bahaya dalam kehamilan

1.    Perdarahan
2.    Perdarahan pada hamil muda dapat menyebabkan keguguran.
3.    Perdarahan pada hamil tua dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi.
4.    Bengkak dikaki, tangan dan wajah atau sakit kepala kadang kala disertai kejang, bengkak atau sakit kepala pada ibu hamil bisa membahayakan ibu dan bayi dalam kandungan.
5.    Demam tinggi
6.    Biasanya karena infeksi atau malaria, demam tinggi bila membahayakan keselamatan jiwa ibu, menyebabkan keguguran atau kelahiran kurang bulan.
7.    Keluar air ketuban sebelum waktunya
8.    Merupakan tanda adanya gangguan pada kehamilan dan dapat membahayakan bayi dalam kandungan.
9.    Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak keadaan ini merupakan tanda bahaya pada janin.
10.  Ibu muntah terus dan tidak mau makan
11.  Keadaan ini akan membahayakan kesehatan ibu.


Daftar  Pustaka 

M. Rustam. Mph. Prof. Dr. 1998. Sinopsis Obstetri dan patologi,jilid 1 edisi 2, Penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta
 M. Ida Bagus. DSOG. Prof. Dr. 1998. Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan KB, Penerbit buku kedokteran EGC, Jakarta
 Sulaiman, Prof. 1993. Obstetri Fisiologi, bagian obstetric dan ginekologi FK UNPAD, Bandung


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar